Postingan

HAPPY BIRTHDAY MY DEAREST LOVE

Gambar
Selamat ulang tahun, sayangku, Muhammad Adli Wafi, Ya Qalbi💕 Happy level up! Semakin dewasa, semakin besar juga tanggung jawabnya Semoga kamu sehat dan bahagia selalu ya mas... Semoga Allah ijabah satu persatu apa yang kamu semogakan Aku bangga banget lihat kamu sampai di titik ini Nggak mudah kan? Pasti sesekali pengen ngeluh ya? Kamu hebat mas... Jadi, jangan pernah merasa rendah diri ya? Jangan pernah merasa kurang... Semoga Allah senantiasa menjagamu dalam lindungan-Nya, mencurahkan rahmat-Nya, merahmati kerja kerasmu, dan memberkahi usiamu Here's little gift for u, hope u like it💗

Jerit Pilu Guru Honorer, Dedikasi Tinggi Tanpa Kesejahteraan Pasti

Gambar
Oleh: Reta Amaliyah Shafitri Sumber: Freepik Menyinggung soal potret guru honorer di Indonesia, yang pertama terlintas di benak tentu tak jauh dari ketidaksejahteraan dan gaji di bawah standar. Kiprahnya dalam penyelenggaraan pendidikan di berbagai pelosok negeri berbanding terbalik dengan nestapa yang mesti dipikul sendiri. Di satu sisi, peran strategis guru honorer menjadi ‘angin segar’ mengingat banyak wilayah di Indonesia yang masih kekurangan tenaga pengajar. Di sisi lain, agaknya pemerintah belum memiliki anggaran yang cukup untuk memberikan upah layak atau mengangkat guru honorer sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Kisah pahit guru honorer tak hanya sekali dua kali mewarnai narasi berita atau dokumenter di media. Tak sedikit pula yang harus mengabdi belasan tahun dan berharap diangkat menjadi PNS sembari memutar otak untuk menambah pundi-pundi rupiah. Pernah dengar kisah Hervina, guru honorer di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan yang dipecat karena mengunggah gajinya sela...

Aku Mati

Pada sebuah ceruk tak berongga, sebujur putih menggelebah Merapal entah-berentah yang tiada kuasa menolong, terkokol ditatap sang hitam bernetra biru Dikiranya cemeti dewa tengah berselaras mencipta gelumat pekak di tawang sana Rupanya hanya sekawanan kunang-kunang berdian menggantikan gurat jingga yang telah melesap Namun si kecil dan jagatnya itu teramat bisu, lengang Tuan-tuan jangan beringas, apa sebab tak kusuguhi barang selinting kepala api jadi begini? Damailah, nanti orang-orang dengar dan aku bera; aku ini seorang ningrat Sakit... lecutan senawat Tuan melebamkan kesucianku, tapi persetan katamu Lihat! Beraian tanah jadi luruh menimpaku, ia lancang menembus deretan pintuku tanpa ketuk Hai kunang, kau tak dengar juga aku kesakitan? Benar-benar alam paling nyenyat, padahal cuma sepetak Gelegar suara dua utusan Tuhan ini terlampau menghunus indra runguku Tapi hiruk di atas lubangku masa bodoh, sungguh masa bodoh Lalu dibiarkannya aku terbaring seor...